Sabtu, 24 Okt 2026 Gaya HidupHukum & KriminalNasionalPolitikEkonomi
Breaking
Beranda › Gaya Hidup
Gaya Hidup

Rutinitas Harian Teratur Dikaitkan dengan Gejala Depresi dan Nyeri yang Lebih Rendah

✍️ Amalia Putri 🕒 20 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Sejumlah warga berolahraga pagi pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jalan Holtekamp Kota Jayapura, Papua.
Sejumlah warga berolahraga pagi pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jalan Holtekamp Kota Jayapura, Papua. Foto: ANTARA FOTO/Gusti Tanati

Finantara.id - Hidup dengan pola harian yang teratur, mulai dari jam tidur, jadwal makan, hingga kegiatan bersama orang lain, berkaitan dengan kondisi kesehatan yang lebih baik. Studi yang dimuat di Journal of Behavioral Medicine menemukan bahwa keteraturan ini beriringan dengan gejala depresi dan keluhan nyeri yang lebih ringan, terutama pada orang dewasa lanjut usia.

Eric Willmarth, PhD, direktur program psikofisiologi terapan di Saybrook University, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa ritme sosial dan perilaku yang teratur berhubungan dengan beberapa indikator kesehatan, yakni indeks massa tubuh (IMT), rasa nyeri, dan gejala depresi.

“Tingkat keteraturan yang tinggi dalam jadwal harian seperti waktu tidur, waktu makan, dan aktivitas sosial lainnya berkaitan dengan lebih sedikitnya gejala depresi, berkurangnya keluhan rasa nyeri, serta nilai indeks masa tubuh yang lebih rendah,” katanya sebagaimana dikutip dari siaran Real Simple pada Minggu (18/10).

Lansia yang jadwal tidur, makan, dan aktivitas sosialnya lebih konsisten, kata Willmarth, melaporkan keluhan nyeri dan gejala depresi yang lebih rendah. Namun, temuan ini hanya menunjukkan adanya keterkaitan. Hasil studi tidak membuktikan bahwa rutinitas secara langsung menurunkan gejala-gejala tersebut.

Mengapa Rutinitas Memberi Rasa Aman

Terapis pernikahan dan keluarga berlisensi sekaligus pendiri Mycelia Therapy, Giulia P. Davis, menyebut temuan itu selaras dengan pengamatannya di ruang praktik. Menurutnya, otak dan tubuh cenderung bekerja lebih baik ketika seseorang sudah punya gambaran tentang apa yang akan dijalani. Struktur harian yang dapat diperkirakan dinilai membantu mereka yang bergulat dengan kecemasan, suasana hati menurun, atau rasa terisolasi.

Pandangan serupa disampaikan Courtney Crouse, terapis yang sedang menempuh program pascadoktoral di bidang psikologi. Ia menyebut kebiasaan harian yang konsisten dapat membantu meredakan kecemasan, depresi, rasa terasing, dan kegelisahan yang kerap muncul di usia lanjut.

Dari sisi lain, psikoterapis Lindsay Liben menilai rutinitas mengurangi energi mental yang terkuras untuk memutuskan hal-hal kecil setiap hari. Dengan begitu, tenaga dan perhatian bisa dialihkan ke kegiatan yang terasa bermakna, memuaskan, atau membahagiakan.

Langkah Sederhana Membangun Rutinitas

Membangun rutinitas tidak harus berarti menyusun jadwal kaku per menit. Davis menekankan bahwa konsistensi perlu dibarengi fleksibilitas supaya kebiasaan mudah dipertahankan.

“Ini bukan soal merencanakan setiap detail secara kaku, melainkan tentang menciptakan rutinitas yang cukup agar Anda tetap bisa menjalani hari dengan fleksibel,” kata Davis.

Ia menyarankan untuk memilih beberapa aktivitas inti yang bisa dilakukan konsisten setiap hari, seperti jam bangun, jadwal makan, olahraga, bersosialisasi, dan waktu tidur.

Aktivitas sosial juga bisa menjadi penopang struktur harian.

“ Bertemu teman untuk minum kopi setiap hari, rutin berjalan santai bersama tetangga, atau mengikuti kelas olahraga seminggu sekali dapat memberikan rasa keterikatan sekaligus struktur pada hari Anda,” katanya.

Dengan memulai dari kebiasaan yang sederhana dan realistis, pola aktivitas yang lebih stabil dapat terbentuk tanpa mengorbankan keleluasaan. Keteraturan semacam ini berpotensi menunjang kesejahteraan sehari-hari, tetapi bukan pengganti perawatan profesional bagi orang yang mengalami gangguan kesehatan fisik maupun mental.

AP
Amalia PutriEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update