Sabtu, 24 Okt 2026 Gaya HidupHukum & KriminalNasionalPolitikEkonomi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

OIKN Amankan Investasi Rp6,55 Triliun untuk Hunian ASN dan Fasilitas Penunjang IKN

✍️ Amalia Putri 🕒 15 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Otorita IKN menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sektor perumahan dan investasi langsung swasta murni di Glamping IKN, KIPP Nusantara, Rabu (14/10/2026).
Otorita IKN menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sektor perumahan dan investasi langsung swasta murni di Glamping IKN, KIPP Nusantara, Rabu (14/10/2026). Foto: Dok. Otorita IKN

Finantara.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengamankan kesepakatan investasi senilai total Rp6,55 triliun melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta investasi swasta murni. Dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat penyediaan hunian aparatur sipil negara (ASN) dan fasilitas pendukung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Glamping IKN, KIPP Nusantara, Rabu (14/10/2026). Basuki menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga ditopang skema KPBU, investasi swasta, dan hibah. “Hari ini kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Hari ini juga ada dua KPBU dan lima investasi swasta yang segera akan dimulai pembangunannya,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Kamis (15/10/2026).

Kesepakatan yang diteken berasal dari proyek KPBU sektor perumahan dan investasi langsung swasta murni dari lima pelaku usaha: PT Berdikari (Persero), PT Java Teak Indo, PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park, PT Laziz Nusantara Grup, dan PT FYP Karya Perdana. Nilai proyek delapan tower rumah susun ASN mencapai Rp2,629 triliun, sedangkan lima investasi swasta murni di bidang pangan, mebel, komersial, kuliner, olahraga, dan fasilitas penunjang kawasan bernilai total Rp1,11 triliun.

Sebelumnya, pada Selasa (6/10/2026), OIKN telah meneken PKS proyek KPBU pembangunan 109 rumah tapak ASN bersama PT Intiland Development Tbk dengan nilai investasi Rp2,819 triliun. Basuki menyebut percepatan pembangunan Nusantara turut membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. “Saya bersyukur karena IKN juga akan memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan pekerjaan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Hunian ASN lewat skema KPBU

Di sektor perumahan, OIKN mengembangkan hunian ASN berupa rumah susun dan rumah tapak. Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah menyambut baik kerja sama ini. “Bagi kami, kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus komitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi OIKN, bangsa, dan negara,” ujar Firmansyah.

Proyek delapan tower rumah susun ASN diprakarsai PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management. Proyek ini mencakup 288 unit sarusun berukuran 190 meter persegi di Wilayah Perencanaan (WP) 1A, dengan luas persil 6,84 hektar (ha) dan biaya investasi Rp2,629 triliun.

Adapun 109 rumah tapak ASN di WP 1B KIPP IKN dikerjakan PT Intiland Development Tbk melalui Badan Usaha Pelaksana PT Seratus Sembilan Nusantara. Setiap unit berukuran 390 meter persegi di atas lahan seluas 9,17 ha, terbagi atas Persil 1 sebanyak 79 unit seluas 6,6 ha dan Persil 2 sebanyak 30 unit seluas 2,4 ha, dengan nilai investasi Rp2,819 triliun. Kerja sama berlangsung selama 10 tahun, terdiri atas 2 tahun masa konstruksi dan 8 tahun masa layanan, dengan target selesai pada triwulan IV 2028.

Pangan dan fasilitas penunjang

Selain KPBU perumahan, OIKN meneken kerja sama investasi langsung swasta murni dengan lima pelaku usaha:

  • PT Berdikari (Persero) mengembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di WP 3 berupa parent stock layer farm dan hatchery, di atas lahan 17,27 ha dengan estimasi investasi Rp177 miliar dan kapasitas sekitar 140.000 ekor ayam.
  • PT Laziz Nusantara Grup membangun Arabic Resto, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B, di atas lahan 0,54 ha dengan estimasi investasi Rp10 miliar.
  • PT FYP Karya Perdana mengembangkan Teras Padu, sarana olahraga dan komersial penunjang di KIPP 1A, di atas lahan 0,45 ha dengan estimasi investasi Rp20 miliar.
  • PT Java Teak Indo membangun showroom mebel khas Jepara dan kantor di KIPP 1A, di atas lahan 0,2 ha dengan estimasi investasi Rp1,5 miliar.
  • PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park mengembangkan Grand Vista Nusantara di KIPP 1B yang mencakup area komersial, apartemen, dan perkantoran, di atas lahan 3,57 ha dengan estimasi investasi Rp1 triliun.

Kehadiran pelaku usaha mebel Jepara mendapat sambutan dari Bupati Jepara Witiarso Utomo. Ia menilai hal itu menjadi contoh nyata bahwa usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) daerah dapat ikut berkontribusi membangun Nusantara, sekaligus peluang bagi pelaku usaha daerah untuk berperan sesuai potensinya. Mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Witiarso berterima kasih kepada Basuki atas kesempatan bagi UMKM Jepara berinvestasi di IKN. “Kami dari Jepara walaupun kecil, tetapi diterima di IKN. Ini suatu kebanggaan buat kami, bahwa IKN ini tidak hanya untuk investasi besar, tetapi investasi kecil, untuk masyarakat kami diterima di IKN. Mudah-mudahan dari daerah lain juga ikut berpartisipasi untuk membangun IKN dengan kemampuan masing-masing daerah,” ungkapnya.

Dari sisi investor asing, Director PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park Yang Jinghui menyampaikan apresiasinya. “Kami berterima kasih kepada OIKN dan Indonesia atas kesempatan yang diberikan untuk berinvestasi di IKN. Kami harap pembangunan IKN berjalan semakin cepat, pesat, dan tepat waktu sehingga investor lain dari China akan semakin tertarik datang ke sini,” tuturnya.

Melalui penandatanganan PKS proyek KPBU dan investasi murni ini, OIKN berharap pembangunan ekosistem IKN semakin cepat. Hunian ASN, fasilitas pangan, area komersial, kuliner, olahraga, serta layanan penunjang diharapkan membuat kawasan IKN tumbuh sebagai kota yang lebih lengkap, produktif, dan berkelanjutan.

AP
Amalia PutriEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update