Presiden Prabowo Perintahkan Audit Forensik Keuangan Haji dan Sikat Mafia Umrah
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pelaksanaan audit forensik terhadap tata kelola keuangan haji serta pembersihan total ekosistem penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dari praktik mafia maupun kartel. Arahan ini bertujuan untuk mendapatkan potret kondisi keuangan yang objektif sekaligus menjamin perlindungan menyeluruh bagi calon jemaah.
Instruksi tegas tersebut disampaikan usai pertemuan Presiden dengan Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/9/2026). Audit forensik dinilai menjadi langkah krusial agar pembenahan sistem tidak didasarkan pada asumsi semata.
“Presiden tadi mendorong supaya keuangan haji itu segera dilakukan audit forensik terhadap tata kelola keuangan haji,” kata Dahnil.
Dahnil menambahkan, hasil pemeriksaan dari audit ini akan dipakai sebagai landasan merestrukturisasi manajemen dana haji agar tepat sasaran dan berorientasi penuh pada hak-hak jemaah. Dalam pelaksanaannya, pemerintah siap berkoordinasi dengan lembaga pengawas terkait, termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Karena Presiden ingin tahu fakta sebenarnya seperti apa kondisi keuangan haji yang sebenar-benarnya,” ucap Dahnil.
Selain perbaikan aspek finansial, Presiden Prabowo memberikan apresiasi tinggi atas langkah Kementerian Haji dan Umrah yang meluncurkan layanan aduan (hotline) untuk memutus rantai praktik kecurangan dalam ekosistem peribadatan tersebut.
“Beliau sangat apresiasi dengan upaya kita dalam rangka membersihkan ekosistem haji maupun umrah dari kartel-kartel, dari beberapa pelanggaran-pelanggaran, dari kecurangan-kecurangan yang semuanya bermuara pada kerugian bagi calon jemaah,” ujar Irfan.
Menanggapi dukungan penuh dari Kepala Negara, Menteri Irfan Yusuf menegaskan komitmen kementeriannya untuk menindak tegas seluruh pihak yang terbukti merugikan calon jemaah sejak tahap pendaftaran hingga keberangkatan.
“Mudah-mudahan dengan apresiasi dari beliau, kita akan membuat semakin semangat untuk membersihkan apapun yang terkait dengan haji dan umrah, supaya jemaah tidak terugikan. Sapu, istilah beliau adalah sapu sajalah semua kartel-kartel dan mafia-mafia yang terkait dengan haji dan umrah,” lanjutnya.
