Sabtu, 24 Okt 2026 Gaya HidupHukum & KriminalNasionalPolitikEkonomi
Breaking
Beranda › Hukum & Kriminal
Hukum & Kriminal

Polisi Kantongi CCTV Kasus Penembakan Bharatu Valdo, Kuasa Hukum Minta Dibuka

✍️ Amalia Putri 🕒 19 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
ILUSTRASI POLISI: Seorang anggota polisi ditembak sesama polisi di Tangerang Selatan.
ILUSTRASI POLISI: Seorang anggota polisi ditembak sesama polisi di Tangerang Selatan. Foto: Kristiani Tandi Rani

Finantara.id - Penyidik Polda Metro Jaya telah mengantongi rekaman kamera pengawas (CCTV) terkait dugaan penembakan yang menewaskan anggota Direktorat Polisi Udara Bareskrim Polri, Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lewai. Kuasa hukum keluarga korban mendesak agar rekaman tersebut diperlihatkan dan diperiksa secara transparan untuk memastikan keasliannya.

Kuasa hukum keluarga korban, Ardy Mbalembout, mengatakan permintaan itu disampaikan kepada penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat tim kuasa hukum mendatangi Mapolda Metro Jaya pada Senin (19/10/2026).

“Sekarang kami minta tunjukkan CCTV-nya. Nah CCTV kan kayak Master Sambo dulu kejadian kan juga bisa direkayasa. Kami mau tes lab, apakah ada dilompat-lompatin, harus transparan,” kata Ardy saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin.

Ardy menilai rekaman CCTV perlu diperlihatkan agar pihaknya dapat memastikan tidak ada bagian video yang diubah atau dipotong. Menurut dia, penyidik sejauh ini belum menunjukkan rekaman yang disebut sebagai salah satu bukti kuat dalam sangkaan pembunuhan berencana terhadap tersangka Bharada Andika Ramadani.

Selain meminta akses terhadap rekaman, kuasa hukum juga mendesak penyidik memaparkan kronologi kejadian secara terperinci serta mengungkap motif di balik penembakan tersebut.

Berdasarkan pendalaman awal penyidik yang disampaikan kepada pihak kuasa hukum, peristiwa itu diduga dipicu perundungan atau bullying yang dilakukan teman-teman korban terhadap tersangka. Andika juga diduga melakukan penembakan seorang diri hingga menyebabkan Bharatu Valdo meninggal dunia.

“Penjelasan penyidik bahwa pelaku ini melampiaskan kemarahan kepada korban karena teman-teman seangkatan korban sering mem-bully tersangka,” tutur Ardy.

Sebelumnya, Bharatu Valdo dilaporkan tewas ditembak di Markas Komando Direktorat Polisi Udara (Mako Ditpoludara) Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10/2026). Peristiwa tersebut diduga melibatkan senjata api dan sangkur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, tersangka Andika telah ditahan dan masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).

Budi belum memerinci kronologi kejadian. Ia menyatakan penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk mengungkap fakta yang terjadi.

“Penyidik terus mendalami rangkaian peristiwa tersebut guna mengungkap fakta dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Budi.

Ia memastikan penanganan perkara dilakukan secara objektif, transparan, profesional, dan akuntabel.

AP
Amalia PutriEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update