Minggu, 01 Nov 2026 Gaya HidupHukum & KriminalNasionalPolitikEkonomi
Breaking
Beranda › Gaya Hidup
Gaya Hidup

Gen Z dan Milenial Prioritaskan Traveling, 64 Persen Rela Tukar Tunjangan demi Fleksibilitas

✍️ Amalia Putri 🕒 24 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Ilustrasi liburan. Gen Z rela menyesuaikan gaya hidup dan pengeluaran demi bisa traveling serta mendapatkan pengalaman baru di destinasi wisata.
Ilustrasi liburan. Gen Z rela menyesuaikan gaya hidup dan pengeluaran demi bisa traveling serta mendapatkan pengalaman baru di destinasi wisata. Foto: Dok. Shutterstock

Finantara.id - Generasi Z (Gen Z) dan milenial semakin memprioritaskan perjalanan dalam gaya hidup mereka, bahkan bersedia mempertimbangkan kembali pilihan pekerjaan demi memperoleh fleksibilitas untuk berlibur. Laporan American Express Travel 2026 yang dikutip TGM Research menunjukkan, 74 persen responden dari kedua generasi tersebut menganggap perjalanan sebagai pengeluaran yang tidak bisa ditawar.

Survei yang sama menemukan 64 persen responden milenial dan Gen Z bersedia menerima pekerjaan dengan tunjangan lebih sedikit jika menawarkan fleksibilitas lebih besar untuk bepergian. Temuan ini memperlihatkan bahwa traveling bukan sekadar aktivitas rekreasi, tetapi juga berkaitan dengan keseimbangan hidup, pemulihan dari rutinitas, dan pencarian pengalaman baru.

Survei Klook bersama Global Wellness Institute (GWI) terhadap lebih dari 7.000 responden di 14 pasar juga menemukan bahwa 64 persen wisatawan muda memandang perjalanan sebagai kesempatan untuk menjauh dari rutinitas dan membangun kembali kepercayaan diri. Survei tersebut dilakukan pada Desember 2024 dan dipublikasikan Klook pada 2025.

Pengalaman Lokal Lebih Dicari daripada Sekadar Berfoto

Pengalaman autentik menjadi salah satu daya tarik penting bagi wisatawan muda. Dalam 2026 Global Travel Trends Report, American Express Travel mencatat bahwa 79 persen responden milenial dan Gen Z kemungkinan akan mencari lokakarya lokal atau aktivitas khas destinasi yang dikunjungi pada 2026.

Aktivitas tersebut dapat berupa kelas membuat tortilla di Mexico City, lokakarya pembuatan parfum di Paris, atau kegiatan lain yang memungkinkan wisatawan mengenal budaya setempat secara langsung.

Laporan itu juga mencatat 69 persen responden menganggap membuat sesuatu dengan tangan sendiri sebagai salah satu pengalaman perjalanan paling memuaskan. Sementara itu, 82 persen menilai mempelajari keterampilan baru selama liburan dapat membuat perjalanan lebih berkesan.

Ketertarikan terhadap pengalaman unik turut memengaruhi pilihan aktivitas. Sebanyak 83 persen responden milenial dan Gen Z lebih mengutamakan pengalaman autentik dibandingkan sekadar mengunjungi objek wisata populer. Selain itu, 82 persen menyatakan kemungkinan mencoba sesuatu yang tidak biasa apabila pengalaman tersebut dapat menjadi cerita menarik untuk dibagikan.

Temuan ini menunjukkan bahwa nilai perjalanan tidak selalu diukur dari jumlah destinasi yang dikunjungi. Interaksi dengan masyarakat setempat, kesempatan mempelajari keterampilan baru, dan pengalaman yang berbeda juga menjadi bagian penting dari liburan.

Kuliner Lokal hingga Makanan Viral Jadi Daya Tarik

Selain aktivitas wisata, pengalaman kuliner turut menjadi prioritas. Sebanyak 89 persen responden milenial dan Gen Z menganggap penting menyediakan waktu untuk menikmati camilan lokal selama perjalanan. Lebih dari 75 persen juga menyatakan kemungkinan mencari makanan yang sedang viral di destinasi yang mereka kunjungi.

Alasan mencoba kuliner setempat beragam. Sebanyak 66 persen responden global ingin mencicipi makanan yang tidak tersedia di daerah asal, sedangkan 45 persen ingin mendukung bisnis lokal.

Untuk menemukan camilan khas, 69 persen responden mengandalkan pedagang kaki lima atau gerobak makanan. Sebanyak 53 persen mencari pilihan di toko roti, sementara 50 persen mengunjungi toko bahan makanan untuk menemukan produk lokal.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa wisata kuliner tidak selalu berpusat pada restoran terkenal. Pedagang kaki lima, toko roti, dan gerai lokal juga menjadi bagian dari pengalaman menjelajahi destinasi sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha setempat.

Anggaran Liburan Gen Z Tetap Diperhitungkan

Meski perjalanan dianggap sebagai prioritas, kemampuan finansial tetap menjadi pertimbangan saat merencanakan liburan.

Laporan Europe Travel Insights 2026 dari TGM Research menunjukkan bahwa 50 persen responden berusia 18–24 tahun memilih relaksasi atau liburan pantai sebagai gambaran utama perjalanan musim panas mereka.

Dalam survei terhadap 255 responden pada kelompok usia tersebut, 38 persen memperkirakan anggaran perjalanan utama musim panas 2026 berada pada kisaran 500–1.000 euro per orang, atau sekitar Rp10 juta–Rp20 juta, bergantung pada kurs yang digunakan.

Temuan ini tidak berarti semua wisatawan muda memiliki anggaran sebesar itu. Namun, hasil survei memberikan gambaran mengenai alokasi dana yang direncanakan sebagian responden untuk perjalanan utama mereka.

Dalam praktiknya, wisatawan dapat membandingkan harga transportasi, memilih penginapan yang lebih terjangkau, menyesuaikan durasi perjalanan, serta menentukan prioritas untuk kuliner dan aktivitas wisata. Langkah tersebut membantu menjaga pengeluaran tanpa harus menghilangkan pengalaman yang dianggap penting.

Traveling untuk Merayakan Momen Bersama Keluarga dan Teman

Perjalanan juga dimanfaatkan untuk merayakan momen penting bersama orang terdekat, seperti pernikahan, reuni keluarga, atau ulang tahun.

American Express Travel mencatat 66 persen responden global berencana bepergian pada 2026 untuk merayakan momen penting orang lain. Di antara responden milenial dan Gen Z yang memperpanjang perjalanan untuk keperluan tersebut, 49 persen ingin menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga dan teman.

Selain itu, 46 persen ingin menikmati destinasi sesuai keinginan sendiri, sedangkan 45 persen memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menjelajahi tempat baru.

Temuan ini memperlihatkan bahwa perjalanan untuk menghadiri sebuah perayaan dapat berkembang menjadi kesempatan untuk berwisata lebih lama, mencoba aktivitas baru, dan mempererat hubungan sosial.

Traveling Jadi Bagian dari Gaya Hidup Generasi Muda

Berbagai temuan survei tersebut menunjukkan bahwa traveling memiliki beragam peran bagi Gen Z dan milenial. Selain menjadi sarana rekreasi, perjalanan juga berkaitan dengan kesejahteraan pribadi, eksplorasi budaya, pengalaman kuliner, pembelajaran keterampilan, dan hubungan sosial.

Meski demikian, keinginan bepergian tetap berjalan beriringan dengan pertimbangan anggaran serta fleksibilitas waktu. Bagi generasi muda, tantangannya bukan hanya menentukan destinasi, tetapi juga memperoleh pengalaman yang bermakna sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Dengan semakin beragamnya tujuan perjalanan, pengalaman lokal, kuliner khas, dan kesempatan menghabiskan waktu bersama orang terdekat menjadi sejumlah pertimbangan yang turut membentuk cara generasi muda merencanakan liburan.

AP
Amalia PutriEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update